Cart Total Items (0)

Cart

2025

Central Kalimantan

Jalan Angkut Tambang 47 KM

Beberapa Gambar

Ruang Lingkup Pekerjaan

Kerikil dengan Tanah Laterit Merah untuk Keperluan Jalan Angkut – Persyaratan Umum
  • Kepatuhan Standar: Memenuhi semua standar lokal dan internasional yang relevan untuk konstruksi jalan.
  • Parameter Desain: Mematuhi parameter desain perkerasan sebagaimana diuraikan di bawah ini.
  • Penjaminan Mutu: Pengujian di lapangan termasuk CBR, pemadatan, dan gradasi material.
  • Lingkungan & Keselamatan: Menjamin perlindungan lingkungan dan penerapan praktik kerja yang aman selama konstruksi.
Kriteria Desain Perkerasan
  • Beban Rencana: Dump truck 40 ton (gross vehicle weight)
  • Lebar Jalan: 8–12 meter
  • Total Tebal Perkerasan: 30 cm
  • Metode Desain: Metode kurva CBR (Atkinson, 1992)
Lapisan Perkerasan:
  • Subgrade: Tanah in-situ dengan CBR < 6%
  • Lapisan Pondasi (Base Course): Kerikil C(7/10)
  • Lapisan Permukaan (Surface Course): Kerikil B(2/3)
Pembersihan dan Grubbing
  • Aktivitas: Dilaksanakan menggunakan bulldozer untuk membersihkan vegetasi dan akar pohon, serta mencapai elevasi yang ditentukan.
  • Pembuangan: Tanah hasil pembersihan diangkut dengan dump truck ke lokasi pembuangan yang telah ditetapkan, sesuai persetujuan pengawas lapangan atau kontraktor.

Rincian Tahapan Pekerjaan

1.1. Persiapan Lahan (Site Preparation)
  • Pembersihan dan Grubbing: Pembersihan vegetasi, akar, tunggul, puing, serta material organik dari jalur jalan.
  • Pengupasan Tanah Atas (Topsoil Stripping): Mengupas tanah atas yang tidak sesuai untuk mengekspos lapisan tanah dasar (subgrade).
  • Pekerjaan Tanah (Earthworks): Kegiatan galian dan timbunan untuk mencapai profil dan kemiringan jalan yang diinginkan.
  • Drainase: Pastikan kemiringan melintang (cross fall/camber) sekitar 3% untuk mencegah genangan air.
1.2. Persiapan Tanah Dasar (Subgrade Preparation)
  • Evaluasi Subgrade: Lakukan uji CBR lapangan untuk memastikan kekuatan < 6%.
  • Pemadatan: Padatkan tanah dasar hingga mencapai 95% Modified Proctor Density (MPD).
  • Stabilisasi (jika diperlukan): Gunakan kapur, semen, atau geotekstil/geogrid pada area dengan tanah dasar yang sangat lemah.
1.3. Lapisan Pondasi (Base Course) – Kerikil C(7/10)
  • Persyaratan Material: Kerikil dengan gradasi C(7/10), sesuai spesifikasi proyek.
  • Tebal Lapisan: Umumnya 20 cm dari total tebal 30 cm, kecuali ditentukan lain.
  • Penempatan dan Pemadatan: Sebar secara merata menggunakan motor grader. Padatkan setiap lapisan dengan vibratory roller hingga 98% MPD.
  • Pengkondisian Kelembaban: Pastikan kadar air optimal saat pemadatan.
1.4. Lapisan Permukaan (Surface Course) – Kerikil B(2/3)
  • Persyaratan Material: Kerikil keras, bersudut, dengan gradasi B(2/3) untuk ketahanan aus dan anti selip.
  • Tebal Lapisan: Terapkan sisa tebal perkerasan (umumnya 10 cm).
  • Penempatan dan Penyelesaian: Sebar dengan motor grader agar ketebalan merata. Padatkan dengan steel drum roller.
  • Kemiringan Akhir: Pastikan camber akhir 3–5% untuk aliran air permukaan.
1.5. Sistem Drainase (Drainage System)
  • Saluran Samping (Side Drains): Gali saluran berbentuk trapesium atau bangun saluran berbentuk V berlapis untuk mencegah genangan air.
  • Gorong-gorong dan Saluran Silang (Culverts and Cross Drains): Pasang pada titik rendah atau persilangan untuk menjaga aliran air alami.
  • Kemiringan Drainase: Pastikan kemiringan melintang (cross fall/camber) sekitar 3% untuk mencegah air tergenang.
1.6. Geometri Jalan dan Keselamatan (Road Geometry and Safety)
  • Alinyemen Horizontal: Jaga radius tikungan aman untuk truk 40 ton.
  • Alinyemen Vertikal: Rancang agar sesuai dengan kelandaian yang dapat diterima (idealnya < 8% untuk truk angkut).
  • Rambu dan Penanda: Pasang marka sementara atau permanen, rambu, serta reflektor sesuai kebutuhan.
1.7. Pengendalian Mutu & Pengujian (Quality Control & Testing)
  • Uji Material: Uji gradasi (analisis ayakan), batas Atterberg, uji pemadatan (Proctor), dan CBR.
  • Uji Kepadatan Lapangan: Gunakan sand cone atau nuclear gauge untuk verifikasi pemadatan in-situ.
  • Survei Elevasi dan Ketebalan: Laksanakan menggunakan total station atau peralatan GPS.
1.8. Pemeliharaan dan Masa Tanggung Jawab Cacat (Maintenance and Defect Liability)
  • Masa Pemeliharaan Awal: Tangani alur (rutting), lubang (potholes), dan erosi pada masa awal penggunaan.
  • Pemantauan Cacat: Inspeksi dan perbaikan rutin selama masa tanggung jawab cacat.
2. Hasil yang Harus Diserahkan (Deliverables)
  • Rencana tapak yang menunjukkan alinyemen dan sistem drainase
  • Laporan kemajuan harian dan catatan QC
  • Gambar as-built dan laporan uji pemadatan
  • Persetujuan sumber material dan sertifikat gradasi